Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Game Online, Berbahayakah?

Diantaranya, mereka menghabiskan banyak waktunya untuk bermain dan sulit mengendalikan pikiran dan perilakunya. Bahkan waktu yang digunakan untuk bermain semakin meningkat, sehingga kegiatan lainnya menjadi terbengkalai. Banyak yang akhirnya mengabaikan kegiatan di sekolah, hilangnya konsentrasi dalam bekerja, hingga tidak tertarik bersosialisasi karena pikirannya hanya tertuju pada game online.

Sebut saja, game bertema hobi seperti memasak, game bertema olahraga atau game yang mengasah kemampuan otak. Bermain game online memang sangat menghibur dan dapat melepas penat setelah beraktivitas seharian. Beberapa orang menilai bermain game online juga dapat menambah teman baru yang dikenal melalui online. Akhirnya, beberapa dari mereka memiliki kebiasaan bermain game online dengan durasi yang sangat panjang dan frekuensi yang sangat sering. Lalu pertanyaannya, apakah game online juga memiliki dampak negatif bagi diri kita? Berhasil menduduki peringkat terbaik kedua,game onlineyang wacananya mau diharamkan ini memang populer banget di mana-mana.

Saat ini, banyak anak-anak hingga orang dewasa yang aktif bermain game ini. Game yang bisa dimainkan dengan berkelompok ini memang sangat menarik karena mendorong para pemainnya untuk kompak dan mengatur strategi bersama melawan tim lain. Mereka saling “menghabisi” satu sama lain untuk mencapai kemenangan dalam game ini.

Jika tidak ada komunikasi tatap muka, maka dapat menimbulkan emphaty paradox, seperti istilah yang dikenal bahwa internet menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Tips berikutnya mengenali game online yang dimainkan anak dan teman dalam dunia mayanya. Orangtua juga harus sepakat akan batasannya dan memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa ada batasan. Kemudian orangtua juga dapat bermain bersama anak misalnya memainkan board games dan permainan tradisional. Di sisi lain, orang tua tidak melulu melarang anaknya bermain game online tanpa disertai dengan usaha untuk mengenal game online yang kerap dimainkan oleh anaknya.

OnlineGame adalah wadah game peramban yang menampilkan permainan online gratis terbaik. Semua permainan kami berjalan di peramban dan dapat dimainkan secara instan tanpa pengunduhan atau pemasangan. Anda dapat bermain di OnlineGame pada perangkat apa pun, termasuk laptop, ponsel cerdas, dan tablet. Ini berarti bahwa walaupun Anda berada di rumah, sekolah, atau kantor, itu mudah dan cepat untuk mulai bermain! Kemudian saat diberikan gambar-gambar dari beberapa game, ada satu siswa yang menjawab benar nama game online yang ada pada gambar-gambar tersebut. Murid tersebut diminta untuk menceritakan pengalamannya bermain game online.

Lebih daripada itu, jika sudah teradiksi game online, para pemain game ini juga merasa cemas jika tidak bermain game online hingga melakukan kebohongan demi game online. Selain game bergenre battle royale tersebut, banyak juga game edukatif yang biasanya ditujukan untuk media hiburan sekaligus pembelajaran.

Cobalah untuk mengenali game tersebut dan berdiskusi dengan anak terkait kesenangannya bermain game online tersebut. Cermatilah dari penuturan anak, apa sebetulnya yang menjadi kebutuhannya sehingga mereka banyak “melarikan” diri lewat game online. Sebenarnya ada beberapa jenis game online yang bila dicermati lebih jauh tidak memiliki unsur yang positif bagi anak. Selain mengandung konten yang menarik, permainan game online juga mendorong para pemainnya untuk terus bermain tanpa henti, mencapai level-level permainan yang semakin tinggi. Hal ini dikarenakan game online dapat memunculkan rasa penasaran dan menantang dalam diri para pemainnya. Contohnya saja game online yang terkenal belakangan ini yaitu Player Unknown’s Battlegrounds atau PUBG.

Berdasarkan hasil kesimpulan eksperimen dan seluruh penjelasan materi, Ibu Esther kemudian memberikan tips untuk orangtua bagaimana cara menghadapi anak yang kecanduan game online. Cara pertama mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan anak dengan melakukan interaksi. Melalui komunikasi akan ada penyaluran emosi dan hal itu bagus untuk mengasah empati kita.

Kemudian ia bercerita bahwa bermain game itu dianggap seru karena ada kompetisinya untuk mendapatkan suatu pangkat yang mirip dengan level} pada game biasa. Selain itu dalam bermain game online bisa dimainkan bersama dengan teman-teman, ditambah ada target tertentu sehingga membuat permainan semakin menantang. Banyak sekali pemain game online yang akhirnya ketergantungan secara fisik dan mental terhadap kegiatan bermain game ini. Adiksi atau kecanduan memang lebih familiar dikenal dalam konteks narkoba. Akan tetapi, sama seperti halnya dengan orang yang kecanduan narkoba, pemain game online yang sudah teradiksi juga sulit sekali lepas dari kebiasaannya tersebut. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), dikatakan kriteria adiksi yaitu jika memenuhi setidaknya lima gejala dari set gejala selama periode 12 bulan.